PERPISAHAN DAN PELEPASAN GURU SERTA PENGAWAS BINA MEMASUKI MASA PURNA BAKTI, SMAN 7 JENEPONTO PENUH HARU
LINTAS TV SULSEL - JENEPONTO, 1 September 2026 — Suasana haru menyelimuti ruang guru SMAN 7 Jeneponto pada Selasa (1/9/2026), saat keluarga besar sekolah menggelar acara perpisahan dan pelepasan guru serta pengawas bina yang memasuki masa purna bakti.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMAN 7 Jeneponto, Drs. Syarifuddin, M.M., seluruh dewan guru, tenaga kependidikan (Tata Usaha), serta keluarga dari guru dan pengawas yang memasuki masa purna bakti.
Dua sosok yang dilepas dalam acara tersebut yakni Drs. Saparuddin, yang telah mengabdikan diri sejak tahun 1994 hingga 2026, serta Dra. Hj. St. Sa’diyah, M.M., selaku pengawas bina dengan masa bakti 1996 hingga 2026.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 7 Jeneponto, Drs. Syarifuddin, M.M., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian keduanya selama menjalankan tugas sebagai pendidik dan pengawas.
“Terima kasih atas segala pengabdian dan kebersamaan selama ini. Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan ada perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan,” ungkapnya.
Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Drs. Saparuddin yang telah melewati lebih dari dua dekade pengabdian dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dra. Hj. St. Sa’diyah, M.M., selaku pengawas bina yang selama ini dinilai senantiasa memberikan motivasi, arahan, dan dukungan kepada keluarga besar SMAN 7 Jeneponto dalam menjalankan tugas dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan nada penuh haru, Drs. Syarifuddin, M.M., juga menyampaikan bahwa dirinya pada tahun depan akan memasuki masa purna bakti. Hal tersebut semakin menambah suasana emosional dalam acara pelepasan tersebut.
Sementara itu, dalam kesan dan pesannya, guru dan pengawas yang memasuki masa purna bakti menyampaikan bahwa berakhirnya masa tugas bukan berarti berakhir pula hubungan silaturahmi.
Menurut mereka, purna bakti bukanlah sebuah perpisahan, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian sebagai aparatur sipil negara yang harus dijalani sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mereka juga berpesan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Apa yang kita lakukan sebagai guru merupakan tugas dan tanggung jawab sekaligus sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” menjadi pesan yang disampaikan dalam acara tersebut.
Acara perpisahan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Rasa haru dan sedih tampak terlihat dari wajah para rekan sejawat yang hadir, mulai dari awal hingga berakhirnya kegiatan.
Kegiatan ini menjadi wujud perhatian sekaligus ungkapan terima kasih keluarga besar SMAN 7 Jeneponto atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun.
Meski masa pengabdian sebagai ASN telah berakhir, keluarga besar SMAN 7 Jeneponto berharap tali silaturahmi tetap terjaga. Purna bakti bukan akhir dari sebuah kebersamaan, tetapi menjadi awal dari perjalanan baru dengan tetap membawa kenangan dan nilai-nilai pengabdian yang telah ditorehkan selama bertugas.
Related Articles