TERKENDALA PERALATAN SAFETY, ANGGAR JENEPONTO FOKUS KEBUGARAN MENUJU PORPROV WAJO-BONE 2026
LINTAS TV SULSEL, JENEPONTO — Cabang olahraga (Cabor) Anggar Kabupaten Jeneponto terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Wajo-Bone 2026. Training Center (TC) atlet anggar saat ini dipusatkan di SMAN 7 Jeneponto dengan fokus utama meningkatkan kebugaran dan penguasaan teknik dasar atlet.
Namun, persiapan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut masih menghadapi kendala serius, khususnya keterbatasan peralatan latihan dan pertandingan yang belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan atlet.
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kabupaten Jeneponto, Sannai, mengatakan kondisi peralatan yang tersedia membuat proses latihan teknik anggar belum dapat berjalan secara maksimal.
Menurutnya, peralatan yang digunakan dalam latihan sebagian juga merupakan peralatan yang nantinya digunakan saat pertandingan. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus mengatur pola latihan dengan lebih mengutamakan aspek keselamatan atlet.
"Proses latihan belum bisa berjalan maksimal karena peralatan yang kami miliki belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan atlet. Peralatan tersebut juga digunakan saat pertandingan, sehingga kami lebih banyak mengalihkan latihan pada peningkatan kebugaran dan teknik dasar anggar," ujar Sannai.
Meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana, IKASI Jeneponto tetap optimistis para atlet dapat memberikan penampilan terbaik pada PORPROV Wajo-Bone 2026.
Sebanyak 24 atlet anggar Jeneponto telah lolos untuk tampil pada PORPROV. Para atlet tersebut akan turun pada tiga nomor senjata, yakni Foil, Saber, dan Epee, baik pada kategori perorangan maupun beregu.
Sannai berharap dukungan anggaran untuk persiapan PORPROV dari KONI Kabupaten Jeneponto segera terealisasi. Menurutnya, pemenuhan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan mendesak mengingat waktu pelaksanaan PORPROV Wajo-Bone 2026 semakin dekat.
"Kami berharap anggaran PORPROV dari KONI Kabupaten Jeneponto segera terealisasi, sehingga kebutuhan sarana dan prasarana anggar dapat segera dipenuhi. Waktu pelaksanaan tinggal sekitar 30 hari lagi, sehingga persiapan harus segera dimaksimalkan," ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan peralatan yang memenuhi standar bukan hanya berkaitan dengan peningkatan prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan dan keselamatan atlet selama menjalani latihan maupun pertandingan.
Dengan jumlah atlet yang cukup besar dan keikutsertaan pada tiga jenis senjata, IKASI Jeneponto berharap dukungan semua pihak dapat memperkuat persiapan tim. Targetnya, para atlet Pendekar Pedang Jeneponto mampu tampil maksimal dan membuka peluang meraih medali pada PORPROV Wajo-Bone 2026.
Saat ini, TC terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi peralatan yang tersedia. Selain kebugaran, atlet juga diarahkan untuk memperkuat teknik dasar sebagai fondasi sebelum memasuki tahapan latihan yang lebih spesifik dan intensif.
Related Articles