BANK SULSELBAR ENREKANG DORONG DEVELOPER SEGERA MASUKAN USER, KOUTA KPR SUBSIDI MASIH BANYAK
LINTAS TV SULSEL - ENREKANG, Bank Sulselbar Cabang Enrekang masih memiliki kuota rumah bersubsidi yang cukup untuk direalisasikan hingga akhir 2026.
Dari total kuota yang diperoleh Bank Sulselbar Cabang Enrekang dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), hingga September 2026 baru lima unit yang telah masuk.
Dengan waktu yang tersisa beberapa bulan lagi, pihak Bank Sulselbar Enrekang mendorong para developer yang telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk segera memasukkan calon pengguna atau user KPR subsidi.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Enrekang, Hasdiana, S.H., mengatakan pihaknya masih membuka ruang bagi developer untuk memanfaatkan kuota yang tersedia.
"Jadi saya sampaikan kepada para developer yang memang sudah melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) dengan kami, kalau ada user silakan masukkan. Kami ini masih menunggu teman-teman pengembang untuk memasukkan permohonannya," ujar Hasdiana saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Menurut Hasdiana, penyerapan kuota KPR subsidi menjadi salah satu target yang akan dikejar pihaknya hingga penghujung tahun ini.
Ia menyebut target kredit konsumtif Bank Sulselbar Cabang Enrekang, termasuk kredit multiguna ASN dan KPR subsidi, masih berada di kisaran Rp30 miliar.
"Target saya itu sampai akhir tahun 2026, target konsumtif baik dari target multiguna ASN maupun dari KPR subsidi itu masih sekitar Rp30 miliar. Untuk apa saya mau tahan-tahan sementara sisa berapa bulan lagi tahun 2026 ini berakhir. Saya harus kejar target," katanya.
Terbuka bagi Developer yang Memenuhi Ketentuan. Hasdiana menjelaskan, penyaluran KPR subsidi merupakan bagian dari program kredit yang memiliki ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh developer maupun calon pengguna.
Karena itu, pihak bank akan memproses pengajuan sepanjang rumah dalam kondisi siap, terdapat user, serta persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi.
"Siapa pun developer yang rumah subsidinya siap, silakan ber-PKS dengan kami karena itu aturannya," ujarnya.
Saat ini, sejumlah developer yang telah menjalin PKS dengan Bank Sulselbar Cabang Enrekang di antaranya Aufa Residence, Fifa Residence, Izdien, serta Golden Residence 1 dan 2.
Hasdiana menegaskan, pihaknya justru membutuhkan lebih banyak pengajuan dari developer untuk mengoptimalkan penyerapan kuota yang masih tersedia.
"Teman-teman, kita butuh developer. Kami masih ada kuota KPR subsidi tahun ini. Ayo teman-teman developer yang sudah ber-PKS dengan kami segera masukkan usernya. Kami masih butuh banyak, kuota kami," ajaknya.
Ia mengatakan telah berkomunikasi dengan para developer yang telah bekerja sama dengan Bank Sulselbar agar segera memasukkan calon pengguna yang memenuhi persyaratan.
Ada Mekanisme Retensi dalam Pencairan. Selain mengejar penyerapan kuota, Bank Sulselbar Enrekang juga menerapkan mekanisme sesuai ketentuan dalam proses pencairan KPR subsidi.
Hasdiana menjelaskan, sebagai kredit program, pencairan tidak serta-merta dilakukan tanpa memastikan seluruh persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi.
Menurutnya, apabila dalam proses pembangunan masih terdapat sejumlah komponen yang belum tersedia, mekanisme retensi dapat diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Ini namanya kredit program. Kita tidak serta-merta langsung mencairkan tanpa semua persyaratan yang harus dipenuhi oleh developer. Gunanya ini untuk kenyamanan user juga nantinya," jelasnya.
Ia mencontohkan, apabila harga satu unit rumah mencapai Rp173 juta dan terdapat beberapa komponen yang masih harus diselesaikan, seperti sertifikat, listrik, air, atau jalan, anggaran untuk komponen tersebut dapat ditempatkan terlebih dahulu melalui mekanisme rekening penampungan sesuai ketentuan.
"Jadi bukan ditahan uangnya, tetapi diretensi sesuai aturan Kementerian dan ada hitungan persentasenya. Tujuannya untuk menjamin kenyamanan user agar user bisa mendapatkan haknya," katanya.
Setelah kewajiban tersebut diselesaikan oleh developer, pihak
Related Articles