LIMA PIMPINAN BAZNAS BERSILATURAHMI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ENREKANG
LINTAS TV SULSEL - ENREKANG, Lima Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang melakukan silaturahmi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Enrekang, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Sekretaris BAZNAS Enrekang dan diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, Erik, didampingi Sekretaris Dinas serta sejumlah pengawas sekolah.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kadis Dikbud itu membahas sejumlah hal, salah satunya upaya mendorong para guru dan pegawai di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk ikut mendukung program BAZNAS melalui penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS).
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Enrekang, Arsil Bagenda, mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar para ASN kembali menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Enrekang seperti sebelumnya.
"Kita sama-sama tahu bahwa salah satu dinas yang terbanyak ASN-nya itu adalah Dikbud. Ribuan guru dan pegawai lainnya ada di bawah naungan Dikbud. Untuk itu kita bersilaturahmi dengan Pak Kadis Pendidikan dan memaparkan program BAZNAS agar ke depan ASN kembali lagi mempercayakan penyaluran ZIS-nya ke BAZNAS," ujar Arsil.
Menurut Arsil, langkah selanjutnya BAZNAS Enrekang akan melakukan sosialisasi hingga tingkat koordinator wilayah (Korwil). Nantinya, para guru dan pegawai akan diarahkan melalui masing-masing Korwil.
Salah satu materi yang akan disosialisasikan adalah Surat Edaran Bupati Enrekang terkait ZIS. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada ASN yang masih belum mengetahui maupun memahami isi surat edaran tersebut.
"Ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan pengumpulan ZIS agar dapat dimanfaatkan dan membantu masyarakat sesuai dengan syariat Islam, khususnya kepada delapan asnaf," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Erik, menyatakan dukungan terhadap program dan upaya BAZNAS dalam meningkatkan pengelolaan zakat di Kabupaten Enrekang.
"Dinas Pendidikan akan mendukung penuh upaya-upaya BAZNAS dalam rangka pengelolaan zakat, dengan catatan BAZNAS harus mempertegas transparansi penerimaan dan penggunaan dana dengan memprioritaskan usulan-usulan. Pada dasarnya Diknas menyambut baik kedatangan BAZNAS," kata Erik.
"Erik juga mempersilakan,BAZNAS bisa langsung sosialisasi. Metode pemotongan diarahkan kepada masing-masing ASN, apakah dia wajib zakat atau belum," jelasnya.
Diketahui, jumlah ASN di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang cukup besar. Tercatat sebanyak 3.258 guru, 311 kepala sekolah dan 100 tenaga kependidikan.
Dengan jumlah tersebut, BAZNAS Enrekang melihat sektor pendidikan sebagai salah satu potensi besar dalam meningkatkan pengumpulan ZIS, yang selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat Islam.
Related Articles