Sekitar 50 Sanitasi, 60 Rumah Tak Layak Huni Menanti, BAZNAS Enrekang Ajukan Bantuan ke Pusat

Terkini 29 Sep 2026 08:28 • 3 min read • 5 views • By LINTAS HERMAN

Share berita ini

Sekitar 50 Sanitasi, 60 Rumah Tak Layak Huni Menanti, BAZNAS Enrekang Ajukan Bantuan ke Pusat
LINTAS TV SULSEL, ENREKANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang terus memperkuat tata kelola pendistribusian zakat, infak dan...

LINTAS TV SULSEL, ENREKANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang terus memperkuat tata kelola pendistribusian zakat, infak dan sedekah (ZIS) agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Enrekang, Ir. Arsil Bagenda, usai menghadiri Zakat Distribution Data Forum 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar, Selasa hingga Kamis, 22–24 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Enrekang dr. H. Siswandi Mazmur dan Ir. Arsil Bagenda bersama seluruh Ketua BAZNAS dan Wakil Ketua II se-Sulawesi Selatan mendapatkan penguatan terkait tata kelola pendistribusian ZIS.

Forum yang mengangkat tema “Dari Data Menuju Mustahik Berdaya: Membangun Pendistribusian ZIS yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berdampak” tersebut membahas optimalisasi pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penguatan kepemimpinan digital, serta pengembangan pengukuran dampak program agar lebih terukur.

Arsil Bagenda mengatakan, salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai ketentuan syariah dan tepat sasaran.

“Jadi dalam kegiatan itu semua dijelaskan oleh pemateri bagaimana agar semua pendistribusian zakat itu tepat sasaran. Itu intinya, penyaluran zakat harus sesuai hukum dan syariah dan jangan keluar dari delapan asnaf,” kata Arsil Bagenda.

Menurutnya, dalam pendistribusian zakat, kelompok fakir tetap menjadi salah satu prioritas utama. Termasuk masyarakat yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri maupun mereka yang tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni.

“Penyaluran zakat ini harus tetap memprioritaskan fakir. Fakir adalah orang yang sudah tidak mampu lagi membiayai hidupnya sendiri, termasuk rumahnya yang sudah tidak layak huni,” jelasnya.

Untuk Kabupaten Enrekang, BAZNAS memfokuskan bantuan pada sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat. Di antaranya bantuan bagi korban kebakaran, biaya hidup, program bedah rumah tidak layak huni, serta bantuan pendidikan.

Arsil menjelaskan, prioritas tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan BAZNAS Enrekang yang saat ini masih terbatas.

“Kondisi dana di BAZNAS saat ini masih sangat minim. Karena itu, kami harus memprioritaskan bantuan yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, BAZNAS Enrekang berupaya mencari dukungan pembiayaan melalui BAZNAS Pusat. Arsil mengatakan, pihaknya akan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) BAZNAS di Jakarta pada 13 Oktober 2026 mendatang.

Dalam rakor tersebut, BAZNAS Enrekang berencana mengusulkan 60 unit bedah rumah agar dapat mendapatkan pembiayaan dari BAZNAS Pusat.

Selain program bedah rumah, BAZNAS Enrekang juga akan mengusulkan bantuan sanitasi serta program lumbung pangan yang secara khusus diarahkan untuk komoditas bawang merah.

“Periode sebelumnya sudah ada bantuan peternakan dari program BAZNAS Pusat. Untuk selanjutnya, kami akan mengusulkan sanitasi dan lumbung pangan khusus bawang merah,” ungkap Arsil.

Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 60 berkas permohonan bantuan bedah rumah yang masuk ke BAZNAS Enrekang. Selain itu, terdapat sekitar 50 permohonan bantuan sanitasi.

Namun, keterbatasan dana membuat tidak seluruh permohonan tersebut dapat langsung direalisasikan.

“Banyak berkas permohonan bedah rumah yang masuk ke BAZNAS Enrekang, sekitar 60 rumah, termasuk sanitasi sekitar 50 permohonan. Tapi dana yang ada di BAZNAS Enrekang masih kurang,” katanya.

Arsil berharap penerimaan ZIS dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat kembali meningkat sehingga kemampuan keuangan BAZNAS Enrekang ikut membaik.

“Mudah-mudahan dengan masuknya kembali ZIS dari rekan-rekan ASN, keuangan di BAZNAS bisa berkembang lagi. Karena masih banyak permohonan yang kami pending, terutama beberapa bantuan ke masjid,

Lintas TV Sulsel