DI TENGAH TERIK KEMARAU WARGA BONTOA RELA ANTRE DEMI SETETES AIR BERSIH
LINTAS TV SULSEL - MAKASSAR, Matahari tepat berada di atas kepala. Teriknya terasa menyengat ketika jarum jam menunjukkan sekitar pukul 11.00 WITA, Selasa (8/9/2026). Namun, panas tersebut tak menyurutkan langkah warga Bontoa, Kelurahan Parangloe, Makassar.
Dengan membawa ember, baskom, dan berbagai wadah penampungan lainnya, warga berdatangan dan rela mengantre demi mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemandangan itu terjadi di tengah musim kemarau yang tahun ini dirasakan warga cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Persediaan air menjadi persoalan yang semakin penting bagi masyarakat, khususnya warga RT/RW 03 Kelurahan Parangloe.
Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PDAM, serta pemerintah setempat melalui kelurahan, RW dan RT, turun tangan menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
Antusiasme warga terlihat jelas. Meski harus berdiri di bawah teriknya matahari, mereka tetap menunggu giliran dengan tertib. Bagi masyarakat, air yang dibagikan bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas rumah tangga. RT dan RW Turun Langsung Di tengah antrean warga, terlihat pula sejumlah perangkat lingkungan, khususnya RT dan RW, turut turun langsung membantu pembagian air bersih.
Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari masyarakat. Sikap tersebut dinilai menunjukkan kepedulian terhadap kondisi warga, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan memperoleh air akibat musim kemarau.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Bagi kami, air sangat dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari," ungkap salah seorang warga.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antara BPBD, PDAM dan pemerintah setempat dapat hadir langsung di tengah masyarakat.
Bukan hanya air yang mengalir dari tangki bantuan, tetapi juga kepedulian. Di tengah panasnya musim kemarau, perhatian pemerintah dan perangkat lingkungan menjadi penyejuk bagi warga Bontoa yang sedang menghadapi kekeringan.
Ketika kemarau membuat tanah mengering, kepedulian membuat harapan tetap mengalir.
Related Articles